PENCARIAN
Masukan Kata Kunci:
Bagi Peserta DPKJ, sudahkan anda melaporkan setiap perubahan data keluarga ke Dana Pensiun Karyawan Jamsostek...?         

  Friday, 19 December 2014
Halaman Depan arrow Tanya Jawab arrow Manfaat Pensiun (MP)
Manfaat Pensiun (MP) PDF Print E-mail

VII. MANFAAT PENSIUN

24.
T:Apa saja jenis manfaat pensiun ?
J:Jenis Manfaat pensiun terdiri atas :
1. Manfaat Pensiun Normal.
2. Manfaat Pensiun Dipercepat.
3. Manfaat Pensiun Cacat.
4. Manfaat Pensiun Ditunda.
5. Manfaat Pensiun Janda/Duda .
6. Manfaat Pensiun Anak.

25.
T:Apa syarat-syarat administrasi untuk mengurus hak pensiun ?
J:Mengisi formulir permintaan pembayaran manfaat pensiun, dengan melampiri dokumen-dokumen sbb;
- Kartu Peserta Program Pensiun
- Copy Kartu Keluarga
- Copy Kartu Tanda Penduduk
- Copy Akta Nikah/Surat Keterangan Nikah
- Copy Akta Kelahiran/Surat Keterangan
- Kelahiran Anak-anak/Surat Adopsi dari Pengadilan.
- Pas Photo berwarna ukuran 2x3 Cm.
- Copy Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
- Keterangan Kematian (Untuk Manfaat Pensiun Janda/Duda/Anak)
- Keterangan Cacat (Untuk Manfaat Pensiun Cacat).

26.
T:Apakah manfaat pensiun dapat dibayarkan sekaligus ?
J:Dapat diberikan dengan ketentuan :
a. Apabila Peserta yang pada saat meninggal dunia tidak mempunyai isteri/suami dan anak.
b. Apabila Peserta yang meninggal dunia belum mencapai usia 46 tahun.
c. Peserta/Janda/Duda/Anak yang menerima Manfaat Pensiun secara bulanan dapat meminta pembayaran secara sekaligus sebanyakbanyaknya 20% (dua puluh perseratus) dari Nilai Sekarang Manfaat Pensiun, yang dibayarkan hanya sekali pada saat pembayaran Manfaat Pensiun Pertama.

27.
T:Apa yang dimaksud dengan Nilai Sekarang Manfaat Pensiun (NSMP)?
J:Nilai Sekarang Manfaat Pensiun (NSMP) adalah suatu jumlah manfaat pensiun yang dihitung dengan perkalian faktor sekaligus x Manfaat Pensiun Setahun, untuk menetapkan manfaat pensiun sekaligus.
Contoh :
Usia Pensiun Normal = 56 Tahun
Pembayaran Manfaat perbulan = Rp. 2.500.000,
Faktor Sekaligus Usia 56 = 8,951236 - Lihat Tabel Sekaligus Nilai Sekarang Manfaat Pensiun/(NSMP)
= Faktor Sekaligus x Manfaat Pensiun Setahun.
= 8,951236 x (12 x Rp. 2.500.000,-)
= Rp. 268.537.080,-

28.
T:PhDP yang mana yang digunakan untuk penetapan manfaat pensiun ?
J:PhDP yang digunakan untuk penetapan manfaat pensiun adalah PhDP tertinggi dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun sebelum peserta pensiun atau berhenti bekerja.

29.
T:Apakah manfaat pensiun dapat dijadikan jaminan untuk suatu pinjaman?
J:Hak atas manfaat pensiun yang dibayarkan oleh Dana Pensiun tidak dapat digunakan sebagai jaminan atas suatu pinjaman dan tidak dapat dialihkan ataupun disita.

30.
T:Apakah manfaat pensiun dikenakan pajak penghasilan (PPh Pasal 21) ?
J:Manfaat Pensiun dikenakan pajak penghasilan sesuai dengan Undang- Undang No.36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan.

31.
T:Bagaimana memperoleh hak dan perhitungan atas manfaat pensiun?
J:1. Hak Manfaat Pensiun Normal (MPN).
Diberikan kepada peserta yang telah diputuskan hubungan kerjanya sebagai karyawan karena mencapai usia pensiun (56 Tahun) dan dihitung dengan menggunakan rumus sbb :
MPN = Masa Kerja x Konstanta Pensiun x PhDP
Contoh perhitungan :
Data Pensiun
Usia Pensiun = 56 Tahun
Masa Kerja = 32 Tahun
PhDP = Rp. 5.000.000,-
Perhitungan:
a. Bila Manfaat Pensiun dibayarkan berkala penuh:
MPN = Masa Kerja x Konstanta Pensiun x PhDP
= 32 x 2,3% x Rp.5.000.000,-
= Rp. 3.680.000,-/ bulan (Sebelum Pajak)
b. Bila Manfaat Pensiun dibayarkan sekaligus 20% dan 80% dibayar berkala NSMP = Faktor sekaligus x (MPN setahun).
= 8,951236 x (12 x Rp. 3.680.000,-)
= Rp. 395.286.581,76
b.1. MPN Sekaligus 20% (MPS20)
MPS20 = 20% x NSMP
= 20% x Rp. 395.286.581,76
= Rp. 79.057.316,36 (Sebelum Pajak)
b.2. MPN Berkala 80%
MPN80 = 80% x Rp. 3.680.000,-
= Rp. 2.944.000,- perbulan (Sebelum Pajak)

2. Manfaat Pensiun Dipercepat (MPD).
Diberikan kepada peserta yang telah diputuskan hubungan kerjanya sebagai karyawan dan telah mencapai usia sekurang-kurangnya 46 tahun serta memiliki masa kerja lebih dari 3 tahun, dihitung dengan menggunakan rumus : MPD = Masa Kerja x Konstanta Pensiun x PhDP
Contoh perhitungan :
Data Pensiun
Usia Berhenti = 46 Tahun
Masa Kerja = 20 Tahun
PhDP = Rp.3.000.000,-
Perhitungan
Bila Manfaat Pensiun dibayarkan berkala penuh:
MPD = Masa Kerja x Konstanta Pensiun x PhDP
= 20 x 2,3% x Rp. 3.000.000,-
= Rp. 1.380.000,-/bulan (sebelum pajak)

3. Hak Pensiun Ditunda (PD)
Diberikan kepada peserta yang telah diputuskan hubungan kerjanya sebagai karyawan dan pada saat pemutusan hubungan kerja dimaksud usianya belum mencapai usia 46 Tahun.
Manfaat Pensiun Ditunda dibayarkan pada saat peserta sekurang-kurangnya telah mencapai usia pensiun dipercepat (46 tahun) dan dihitung dengan menggunakan rumus:
PD = NS46 x Masa Kerja x Konstanta Pensiun x PhDP
NS46 - Nilai Sekarang Bulanan pada usia 46 Tahun (Lihat Tabel).
Contoh perhitungan :
Data Pensiun :
Usia Berhenti = 40 Tahun
Masa Kerja = 15 Tahun
PhDP = Rp. 2.500.000,-
Perhitungan
Bila Manfaat Pensiun dibayarkan berkala penuh;
PD = NS46 x Masa Kerja x Konstanta Pensiun x PhDP
= 0,8020998 x 15 x 2,3% x Rp. 2.500.000,-
= Rp. 691.811,-/bulan (sebelum pajak)

4. Hak Manfaat Pensiun Cacat (MPC).
Diberikan kepada peserta yang diputuskan hubungan kerjanya sebagai karyawan karena mengalami cacat total yang dinyatakan oleh dokter perusahaan atau yang ditunjuk perusahaan.
Manfaat Pensiun Cacat dihitung dengan menggunakan rumus sbb :
MPC = Masa Kerja x Konstanta Pensiun x PhDP
Masa Kerja yang dihitung untuk penetapan manfaat pensiun cacat adalah masa kerja sampai dengan peserta mencapai usia pensiun normal.
Contoh Perhitungan :
Data Pensiun
Usia Cacat = 45 Tahun
Masa Kerja = 20 Tahun
PhDP = Rp.4.000.000,-
Masa Kerja Pensiun = 20 Tahun + (Sisa masa kerja)
= 20 Tahun + (56 - 45)
= 31 Tahun
Perhitungan :
Bila Manfaat Pensiun dibayarkan berkala penuh:
MPC = Masa Kerja x Konstanta Pensiun x PhDP
= 31 x 2,3% x Rp. 4.000.000,-
= Rp. 2.852.000,-/bulan (sebelum pajak)
Catatan:
Bila peserta memilih pembayaran Manfaat Pensiun Sekaligus 20% dan Berkala 80% dihitung dengan menggunakan rumusan yang sama seperti contoh perhitungan Manfaat Pensiun Normal dan Tabel Nilai Sekarang Pembayaran Bulanan dan Tabel Nilai Sekarang Sekaligus disesuaikan dengan umur peserta pada saat jatuh tempo pensiun - Contoh perhitungan nomor 31.1.

32.
T:Mengapa pembayaran manfaat pensiun harus ditunda ?
J:Program pensiun dibentuk dengan tujuan memberikan perlindungan dihari tua bagi karyawan/keluarganya setelah tidak bekerja lagi sebagai karyawan atau purna tugas. Dalam rangka mencapai tujuan dimaksud, maka berlaku Azas Penundaan Manfaat (Locking in) yaitu manfaat pensiun tidak dapat dibayarkan sebelum Peserta Mencapai Usia Pensiun dan berdasarkan UU No. 11 Tahun 1992 ditetapkan Usia Pensiun sekurang-kurangnya telah berusia 46 tahun.

33.
T:Bila peserta Pensiun Ditunda mengalami cacat total atau meninggal dunia sebelum jatuh tempo pembayaran pensiun ditunda, manfaat pensiun apa yang diberikan kepada peserta tersebut ?
J:Peserta yang bersangkutan berhak atas Manfaat Pensiun Cacat (MPC) atau Janda/Dudanya berhak atas manfaat Pensiun Janda/Duda (MPJ/D) yang besarnya dihitung sesuai dengan manfaat pensiun ditunda.
Contoh
Usia Berhenti Bekerja = 40 Tahun
Masa Kerja = 15 Tahun
PhDP = Rp.3.000.000,
Usia Cacat Total = 42 Tahun atau Usia Meninggal Dunia = 44 Tahun
32.1. Bila Peserta Pensiun Ditunda mengalami Cacat:
MFC = NS42 x Masa Kerja x Konstanta Pensiun x PhDP
= 0,7566946 x 15 x 2,3% x Rp. 3.000.000,-
= Rp. 783.178,92 /bulan (sebelum pajak)
32.2. Bila Peserta Pensiun Ditunda Meninggal Dunia:
MPJ/D = NS44 x Masa Kerja x Konstanta Pensiun x PhDP
= 0,7777097 x 15 x 2,3% x Rp. 3.000.000,-
= Rp. 804.929,54 /bulan (sebelum pajak)

34.
T:Apakah peserta Pensiun Ditunda di perkenankan untuk mengambil sebagian haknya sebagai uang muka sebelum mencapai usia pensiun dipercepat ?
J:Manfaat pensiun ditunda hanya dapat dibayarkan apabila peserta telah mencapai usia sekurang-kurangnya 46 (empat puluh enam) tahun. Bila syarat usia tersebut belum terlampaui maka pembayaran manfaat pensiun tidak dapat dilaksanakan baik pembayaran sebagian maupun seluruhnya.

35.
T:Apakah Hak atas Pensiun Ditunda dapat dipindahkan ke Dana Pensiun Lain ?
J:Berdasarkan pilihan peserta, hak atas pensiun ditunda dapat;
Tetap berada di Dana Pensiun Karyawan Jamsostek,atau
Dialihkan ke Dana Pensiun Pemberi Kerja lain, (Tempat kerjanya yang baru) atau
Dialihkan kepada Dana Pensiun Lembaga Keuangan.
Pilihan tersebut dengan ketentuan Peserta masih hidup dalam waktu 30 (tiga puluh) hari setelah berhenti bekerja (UU DP psl 26 (2)).

36.
T:Bila Peserta mengundurkan diri sebagai karyawan dengan masa kepesertaan kurang dari 3 (tiga) tahun, Hak apa yang diberikan kepada yang bersangkutan ?
J:Bagi peserta yang berhenti bekerja dengan masa kepesertaan kurang atau sama dengan 3 (tiga) tahun, maka yang bersangkutan berhak mendapatkan pembayaran sekaligus atas akumulasi iurannya sendiri ditambah hasil pengembangannya dengan tingkat bunga yang layak, yaitu tingkat bunga deposito pada bank umum milik pemerintah yang paling menguntungkan (Azas Vesting Right).

37.
T:Bila seorang peserta aktif dikenakan sanksi penurunan golongan, apakah sanksi tersebut berpengaruh terhadap perhitungan manfaat pensiun ?
J:Manfaat Pensiun dihitung berdasarkan PhDP tertinggi dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun sebelum pensiun.
Bila terjadi sanksi administratif berupa penurunan golongan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir sebelum pensiun, maka dalam kurun waktu tersebut dipilih PhDP yang tertinggi sebagai dasar perhitungan manfaat pensiun.

38.
T:Apakah jumlah anak peserta berpengaruh terhadap besarnya manfaat pensiun ?
J:Tidak. Besarnya manfaat pensiun tergantung pada Masa Kerja, Faktor Penghargaan per tahun masa kerja dan Penghasilan Dasar Pensiun. Karena Penghasilan Dasar Pensiun hanya terdiri dari Gaji Pokok, dan Gaji Pokok tidak dipengaruhi oleh jumlah anak yang dimiliki oleh peserta, maka banyak atau sedikitnya jumlah anak yang dimiliki oleh Peserta tidak mempengaruhi besaran manfaat pensiun.

39.
T:Apakah ada batasan maksimum penerimaan manfaat pensiun bagi peserta ?
J:Manfaat pensiun merupakan fungsi perkalian dari Masa Kerja x Faktor Penghargaan pertahun masa kerja x PhDP yang hasilnya maksimum 80% x Penghasilan Dasar Pensiun.

40.
T:Bagaimana menghitung manfaat pensiun bagi Peserta yang diangkat sebagai Direksi ?
J:Bagi Peserta yang diangkat sebagai Direksi manfaat pensiunnya dihitung dengan menggunakan rumus yang sama dengan peserta lainnya sesuai dengan usia dan masa kerja yang telah dicapai pada saat diangkat sebagai Direksi. Adapun penghasilan dasar pensiun (PhDP) yang digunakan untuk penetapan manfaat pensiun adalah PhDP yang tertinggi menurut skala gaji karyawan yang berlaku pada saat yang bersangkutan diangkat sebagai Direksi.


Menu Utama
Halaman Depan
Profil
Peraturan Dana Pensiun
Kepesertaan
Laporan
Perhitungan MP
Tanya Jawab
Artikel
Situs Lain
Pencarian
Hubungi Kami
Webmail
Sekilas Info
Pengumuman - Bagi Peserta DPKJ, sudahkah anda melaporkan setiap perubahan data keluarga ke Dana Pensiun Karyawan Jamsostek...?

Hubungi Kami - Kirimkan pertanyaan, kritik atau saran anda ke :

DANA PENSIUN KARYAWAN JAMSOSTEK
Jl. Tangkas Baru No.1 Gatot Subroto, Jakarta 12930
Tlp. (021) 5204362, (021) 5254880
Fax. (021) 5228530

Atau Email ke: dpk-jamsostek@cbn.net.id

- -

DPK JAMSOSTEK
siap menjadi :
DPK BPJS Ketenagakerjaan



Total Pengunjung
209891 Visitors

www.dpk-jamsostek.co.id 2009